Rapat Paripurna Laporan Hasil Reses DPRD Pasangkayu Tetap Berjalan Meski Terlambat, Beragam Aspirasi Masyarakat Dijaring
PASANGKAYU, Mosulbar.com – Rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses masa sidang kedua DPRD Kabupaten Pasangkayu dilaksanakan di ruang paripurna pada Rabu, 29 April lalu. Meskipun sempat molor lebih dari satu jam karena menunggu kehadiran seluruh peserta, agenda ini tetap berjalan sesuai rencana.
Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Pasangkayu, Putu Purjaya, dan didampingi Wakil Ketua II Muh Dasri. Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh anggota dewan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Pemerintah Kabupaten yang diwakili Asisten I, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam kesempatan tersebut, Putu Purjaya menegaskan bahwa seluruh anggota dewan telah melaksanakan reses di daerah pemilihan masing-masing. Ia menyebut kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menjaring berbagai aspirasi masyarakat yang mencerminkan kebutuhan nyata, meliputi sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga perekonomian.
Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat kemudian diuraikan oleh perwakilan setiap daerah pemilihan. Dari Dapil I yang meliputi Kecamatan Pedongga dan Tikke Raya, Adi Nurcahyono menekankan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses pendidikan, serta perbaikan layanan kesehatan terutama di wilayah terpencil. Selain itu, pembangunan jalan, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penyediaan sarana pertanian, dan penerangan jalan umum juga menjadi perhatian utama.
Sementara itu, dari Dapil II yang meliputi Kecamatan Bambalamotu, Bambaira, dan Sarjo, Syafaruddin menilai reses menjadi sarana mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya pemerataan pendidikan, pembangunan sarana ibadah guna menjaga kerukunan warga, serta pemerataan tenaga medis dan fasilitas kesehatan agar layanan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dari Dapil III yang meliputi Kecamatan Sarudu, Dapurang, dan Duripoku, Ryan Ramadhan menekankan bahwa hasil reses harus menjadi acuan utama dalam penyusunan kebijakan dan penentuan skala prioritas pembangunan daerah ke depan, agar seluruh kebijakan yang diambil benar-benar berlandaskan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Muh Dasri yang mewakili Dapil IV yang meliputi Kecamatan Baras, Bulutaba, dan Lariang, menyoroti dua sektor utama yang masih memerlukan perhatian serius. Di bidang pendidikan, diperlukan perbaikan menyeluruh mulai dari sarana prasarana sekolah hingga perhatian terhadap kesejahteraan guru dan kualitas pembelajaran. Di bidang infrastruktur, ia menilai kondisi jalan yang ada belum memenuhi harapan masyarakat.
Dasri juga menegaskan bahwa seluruh OPD tidak boleh bersikap pasif, melainkan harus turun langsung memantau kondisi di lapangan. Ia bahkan menyampaikan kekhawatiran menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja OPD karena sejumlah permasalahan yang belum tertangani dengan baik dan tepat waktu.
Rapat paripurna ditutup dengan penandatanganan berita acara dan sesi foto bersama. Seluruh hasil dari kegiatan reses ini diharapkan dapat menjadi landasan penyusunan kebijakan daerah serta mengarahkan pembangunan Pasangkayu agar lebih tanggap dan selaras dengan kebutuhan seluruh warganya.(*)

