Kalaksa BPBD Sulbar Pimpin Rapat Pembentukan Tim Efektif Proyek Perubahan DESTANA Berbasis Kolaborasi
MAMUJU, Mosulbar.com – Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, memimpin rapat pembentukan Tim Efektif Proyek Perubahan “Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Berbasis Kolaborasi” di ruang Pusdalops BPBD Sulawesi Barat, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Proyek Perubahan yang diinisiasi dalam rangka mengikuti Lembaga Administrasi Negara Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026.
Pembentukan tim efektif tersebut dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan desa yang tangguh terhadap bencana, sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan ketahanan masyarakat.
Pembentukan Tim Efektif Proyek Perubahan DESTANA Berbasis Kolaborasi, menjadi salah satu inovasi strategis dalam PKN Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026.
Rapat dihadiri pejabat struktural, pejabat fungsional, serta staf BPBD Sulbar yang ditetapkan sebagai bagian dari Tim Efektif Proyek Perubahan.
Pembentukan tim dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Proyek Perubahan DESTANA Berbasis Kolaborasi yang bertujuan meningkatkan kapasitas desa dalam menghadapi ancaman bencana melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas kebencanaan.
Melalui rapat koordinasi, dilakukan pembahasan struktur organisasi tim, pembagian tugas dan tanggung jawab, penyusunan tahapan kerja, serta strategi pelaksanaan program yang akan menjadi dasar implementasi proyek perubahan di lapangan.
Dalam arahannya, Muhammad Yasir Fattah menegaskan bahwa proyek perubahan ini merupakan wujud komitmen BPBD Sulbar dalam memperkuat ketangguhan masyarakat dari tingkat desa melalui kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
“DESTANA Berbasis Kolaborasi bukan hanya sebuah program, tetapi sebuah gerakan bersama untuk membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat. Keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak dalam mendukung pengurangan risiko bencana di desa,” ujar Yasir Fattah.
Menurutnya, pembentukan Tim Efektif menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan seluruh tahapan proyek perubahan dapat berjalan secara terukur, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Rls)
