Bapas Polewali Sosialisasikan Kelayan Binter di Rutan Majene, 17 Warga Binaan Dibekali Persiapan Reintegrasi Sosial
MAJENE, Mosulbar.com – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Polewali melaksanakan sosialisasi Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) dan Focus Group Discussion (FGD) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA ini bertujuan memberikan pembekalan mental, membangun pola pikir positif, serta meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai hak dan kewajiban sebagai bekal untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Kegiatan tersebut disambut positif oleh pihak Rutan Kelas IIB Majene dan diterima langsung oleh Kepala Rutan Majene. Sebanyak 17 warga binaan yang tengah mempersiapkan diri memasuki masa integrasi turut mengikuti sosialisasi dan diskusi kelompok tersebut.
Tim Kelayan Binter Bapas Kelas II Polewali melibatkan sejumlah unsur lintas sektor, di antaranya Camat Polewali, Kanit Reskrim Polsek Polewali, PKBM Fajar Mulia, Pondok Pesantren Darul Hasanah, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Polewali.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut merupakan bentuk sinergi dalam memberikan dukungan kepada warga binaan agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pembinaan dan kembali berinteraksi dengan keluarga maupun lingkungan sosialnya.
Dalam kegiatan sosialisasi dan FGD, peserta mendapatkan materi mengenai penguatan mental, pembentukan pola pikir konstruktif, serta pemahaman tentang pentingnya tanggung jawab individu dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui pembekalan tersebut, warga binaan diharapkan mampu melakukan perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik, membangun hubungan sosial yang sehat, serta merencanakan langkah-langkah positif setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Bapas Kelas II Polewali, Alfred Awoah, S.Pd., dalam arahannya menekankan pentingnya kesadaran setiap individu untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan bermasyarakat. Persiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesiapan mental, tetapi juga kemauan untuk menjalankan hak dan kewajiban serta membangun kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya, program Kelayan Binter menjadi wadah kolaborasi antara Bapas, instansi pemerintah, aparat kewilayahan, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, dan unsur masyarakat dalam mendukung proses reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.
Sinergi lintas sektor dinilai penting agar warga binaan tidak hanya memperoleh pembekalan selama menjalani proses pemasyarakatan, tetapi juga mendapatkan dukungan sosial yang memadai ketika kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan beradaptasi secara positif, menjalankan kehidupan yang lebih bertanggung jawab, serta mengurangi risiko kembali melakukan pelanggaran hukum.
Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas II Polewali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendampingan dan pembimbingan kemasyarakatan melalui program Kelayan Binter. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan warga binaan dalam menjalani kehidupan baru dan mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial.
Kegiatan sosialisasi dan FGD di Rutan Kelas IIB Majene berlangsung dengan baik. Ke depan, Bapas Kelas II Polewali akan terus membangun koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak guna memperkuat pelaksanaan pembimbingan kemasyarakatan serta mendukung proses kembalinya warga binaan ke tengah masyarakat.
Sumber: Humas Bapas Polewali,
Wartawan: Usman Padong
