POLEWALI MANDAR, Mosulbar.com – Kondisi memprihatinkan terjadi di Pasar Induk Ikan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tumpukan sampah yang tidak segera terangkut menyebabkan bau menyengat dan memicu keluhan dari para pedagang serta pemilik rumah toko (ruko) di sekitar area pasar.

Pasar yang dikenal memiliki aktivitas perdagangan selama 24 jam tanpa henti tersebut kini menghadapi persoalan kebersihan yang cukup serius. Berdasarkan pantauan Mosulbar.com, tumpukan sampah terlihat menggunung di salah satu titik di area pasar dengan volume diperkirakan mencapai beberapa meter kubik.

Sampah tersebut didominasi limbah sayur mayur dari aktivitas pedagang, sampah pedagang kaki lima, serta sampah rumah tangga warga sekitar. Kondisi ini diperparah karena sampah disebut sudah beberapa hari tidak diangkut oleh petugas kebersihan.

Sejumlah pemilik ruko yang berada tepat di depan lokasi tumpukan sampah mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah juga dinilai merusak pemandangan di kawasan pasar yang setiap hari ramai dikunjungi masyarakat.

“Sampah di pasar ini seharusnya diangkut setiap hari, minimal setiap sore. Kadang sampai beberapa hari tidak diangkut. Padahal satu hari saja tidak diangkut sudah menumpuk, apalagi kalau sampai tiga hari,” ujar salah satu pemilik ruko yang enggan disebutkan namanya.

Ia menambahkan, sampah di pasar tidak hanya berasal dari aktivitas pedagang lokal, tetapi juga dari komoditas sayur mayur yang didatangkan dari berbagai daerah untuk diperdagangkan di pasar tersebut. Selain itu, warga sekitar juga disebut ikut membuang sampah rumah tangga di lokasi tersebut.

Para pedagang dan warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Mereka mengusulkan agar armada pengangkut sampah ditambah serta jumlah petugas kebersihan diperbanyak.

“Minimal ada 15 sampai 20 petugas kebersihan agar sampah bisa diangkut setiap hari. Kalau tidak, sampah akan terus menumpuk seperti sekarang,” ungkap salah seorang pedagang.

Selain masalah sampah, sejumlah pedagang kaki lima, pedagang sayur mayur, serta pengunjung pasar juga mengeluhkan kondisi jalan di dalam area pasar yang sering tergenang air dan menjadi becek, terutama saat musim hujan.

Mereka berharap pemerintah dapat melakukan penimbunan dengan material seperti kerikil atau perbaikan drainase agar akses jalan di dalam pasar tidak semakin rusak dan tetap nyaman dilalui.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Pasar Ikan Wonomulyo, Arifin, saat ditemui awak media menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti berbagai keluhan dari pedagang, pemilik ruko, maupun pengunjung pasar.

“Semua keluhan terkait penumpukan sampah dan genangan air di area pasar akan kami upayakan untuk ditindaklanjuti. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, Kecamatan Wonomulyo, serta instansi terkait agar segera dicarikan solusi,” ujarnya.

Ia berharap melalui koordinasi tersebut persoalan kebersihan dan kondisi lingkungan di Pasar Induk Ikan Wonomulyo dapat segera diatasi, sehingga aktivitas perdagangan yang berlangsung selama 24 jam dapat berjalan lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.

 

Wartawan: Usman Padong.

Edit: Redaksi.