Sorotan: Masyarakat Desa Budong-Budong Geram! Penimbunan Jalan Poros Patulana Belum ditangani, Debu dan Tumpukan Tanah Ancam Keselamatan Pengguna Jalan
MAMUJU TENGAH PATULANA, Mosulbar.com – Masalah penimbunan jalan dan aktivitas pengangkutan material di ruas Jalan Poros Patulana, Kecamatan Topoyo Desa Budong-Budong, menjadi sorotan utama masyarakat setempat. Keluhan yang sudah lama bergema kembali mengemuka dengan nada yang lebih tegas, mengingat kondisi jalan yang semakin memprihatinkan, mengganggu aktivitas, bahkan berpotensi menimbulkan bencana kecelakaan lalu lintas. Minggu 26/04/2026.
Berdasarkan pantauan tim investigasi Mosulbar.com, setiap harinya ruas jalan ini dilalui banyak truk pengangkut tanah timbunan. Aktivitas ini menimbulkan dampak yang sangat mengganggu: debu tebal beterbangan menutupi sepanjang jalur lintasan, sehingga mengurangi jarak pandang pengendara secara drastis. Tidak hanya itu, material tanah yang sudah ditimbun di badan maupun sisi jalan sama sekali belum dipadatkan atau diratakan dengan semestinya hingga hari ini.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya, “Ini sudah berlangsung lama, tapi seolah tidak ada perhatian sama sekali. Setiap kali ada truk lewat, debunya tebal sekali sampai kami harus berhenti atau melaju sangat pelan demi keselamatan. Belum lagi tumpukan tanah yang menjorok ke badan jalan, membuat jalur jadi sempit dan berbahaya, apalagi saat kendaraan saling berpapasan. Ini bukan sekadar mengganggu, tapi benar-benar membahayakan nyawa kami semua.”
Kondisi ini dirasakan sangat membebani seluruh pengguna jalan, baik yang mengendarai sepeda motor maupun mobil. Selain mengganggu kenyamanan perjalanan, penimbunan yang tidak tertata rapi itu menjadi hambatan berbahaya yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan kecelakaan. Banyak warga mengaku harus ekstra berhati-hati bahkan membuang waktu lebih lama saat melintas di ruas jalan tersebut, padahal jalan ini merupakan jalur utama yang sangat vital bagi aktivitas sehari-hari warga Patulana dan sekitarnya.
Menyikapi situasi yang semakin mendesak ini, masyarakat secara bulat meminta perhatian serius dan tindakan nyata dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mateng. Mereka mendesak agar penimbunan jalan segera ditertibkan, material yang ada segera diolah dan diratakan dengan baik, serta pengawasan terhadap kendaraan pengangkut material diperketat agar tidak menimbulkan gangguan dan bahaya lagi.
“Harapan kami sederhana, tapi sangat penting demi keselamatan bersama. Kami butuh ketegasan aturan dan keseriusan dari pihak berwenang. Jalan ini bukan milik perseorangan, tapi milik umum yang harus dijaga kondisinya. Kami tidak ingin ada korban jiwa baru muncul hanya karena kelalaian penanganan masalah ini,” tegas warga tersebut.
Hingga berita sorotan ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun langkah nyata yang dilakukan oleh pihak terkait. Masyarakat pun berharap keluhan ini tidak hanya menjadi suara yang terlewatkan, melainkan segera ditindaklanjuti demi terciptanya ruas jalan yang aman, nyaman, dan layak digunakan oleh semua pihak.
Laporan: Hamsah
Tim Investigasi Mosulbar.com

