Lewat Sipakatau, Sipakalebbi Dan Sipakainge Keluarga Besar Sulsel Silaturahmi ke Keluarga Polman
POLMAN, Mosulbar.com – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan(Sul Sel )yang berdomisili di Kabupaten Polewali Mandar(Polman) merayakan kebersamaan melalui Silaturahmi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan(KKSS)yang digelar dengan meriah, Minggu (9/8/2026). Bertempat di Sekretariat KKSS Polman,Jalan durian,Kelurahan Polewali,Kecamatan Polewali.Kegiatan ini mengusung tema: "Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge untuk menatap masa depan dengan merawat tali silaturahmi.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang se Kabupaten Polewali, termasuk pengurus KKSS Provinsi Sulbar.
Adapun Tokoh Sul Sel yang hadir dalam kegiatan tersebut,antara lain,Dr. Haedar Harun.,S.Pd.I. M.Pd (Ketua BPD KKSS Sulawesi Barat),
Dr. Yusran.,S.Pd.M.Pd (Sekretaris KPMB Sulbar),
dr. H. Hartini.B (Ketua DPK KPMB Polman)
dr. H. Ahmad Asis (Mantan Kepala Dinas Kesehatan Sulbar),
Ir. Natsir Adam.MM (Mantan Kepala Dinas Dukcapil) Polman
Dr. H. Muh Sain ( Pemilik Sualayan CEO Semoga Laris), Salah satu pemilik MBG di Polman,Abd.Karim yang akrab disapa Bambang,
Soekirman (Humas PT. KHBL dan Pembina Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat(IJS) DPW Kabupaten Polman),
Andi Erniati (Kabid Kependudukan Dinas Dukcapil Kabupaten Polman),dan Sejumlah Tokoh KKSS) lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana KKSS Kabupaten Polman,Muh.Rafi,SE,dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wadah untuk memperkuat fondasi kehidupan bermasyarakat yang menjadi warisan leluhur Sulawesi Selatan.
"Sipakatau bermakna saling menghormati, Sipakalebbi berarti saling memuliakan, dan Sipakainge adalah saling mengingatkan. Ketiga nilai inilah yang menjadi pegangan agar kita tetap bersatu, meskipun berbeda-beda latar belakang," ujarnya.
Acara berlangsung dengan penuh kekeluargaan, dimulai dengan pembukaan secara resmi, penyampaian pesan-pesan kebangsaan, serta sesi tukar pikiran mengenai peran masyarakat dalam menjaga kerukunan di tengah dinamika zaman. Para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuka adat secara bergantian memberikan arahan agar semangat kebersamaan tidak hanya terasa saat acara berlangsung, tetapi terus dibawa ke lingkungan masing-masing.
Selain rangkaian acara seremonial, suasana semakin hangat dengan adanya jamuan makan siang bersama. Hal ini sejalan dengan upaya mempererat persaudaraan.
Salah satu peserta yang hadir dari Kabupaten Polewali Mandar,Soekirman menyampaikan rasa senangnya dapat turut hadir dan berbaur dengan keluarga besar Sulawesi Selatan lainnya.
"Kami datang dari jauh bukan hanya untuk hadir, tetapi untuk merawat janji leluhur. Perbedaan bukan pemisah, justru kekuatan kita jika diikat dengan sikap saling menghargai seperti yang kita pelihara hari ini," ungkapnya.
Dalam penutupan acara, seluruh peserta diajak untuk berkomitmen menjaga dan menerapkan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, semangat yang dibangun dalam silaturahmi ini menjadi modal utama untuk menatap masa depan yang lebih baik, lebih harmonis, dan lebih sejahtera bagi seluruh keluarga besar Sulawesi Selatan.(*/red)
