Kapolda Sulbar Hadiri Dialog Pencegahan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme
Dialog tersebut mengangkat tema “Merawat Kebhinekaan, Memperkuat Ketahanan Nasional, Menuju Sulawesi Barat yang Aman, Damai dan Sejahtera.” Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme di wilayah Sulawesi Barat.
Kegiatan dibuka dan dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK), bersama jajaran Forkopimda Sulbar. Dialog tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Polda Sulbar, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menekankan bahwa persoalan radikalisme, ekstremisme dan terorisme perlu dilihat secara komprehensif, termasuk dari sisi kesenjangan sosial dan ekonomi.
Menurut Suhardi, kesenjangan dapat menjadi salah satu faktor yang memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat ketika sebagian warga merasa tidak memperoleh keadilan maupun kesempatan yang sama.
“Kalau kita melihat inti persoalan dari radikalisme, ekstremisme, terorisme adalah kesenjangan,” kata Suhardi Duka.
Ia mencontohkan berbagai konflik dan gerakan yang pernah muncul di sejumlah wilayah. Menurutnya, ketika kesenjangan semakin melebar dan masyarakat merasa tidak mendapatkan kesempatan yang setara, kondisi tersebut berpotensi menjadi ruang tumbuhnya kekecewaan.
Karena itu, Suhardi menilai upaya pencegahan radikalisme dan terorisme tidak cukup hanya dilakukan melalui pencegahan penyebaran paham maupun penegakan hukum. Pemerintah, kata dia, juga memiliki tanggung jawab untuk mempersempit kesenjangan melalui pembangunan yang memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat.
“Kalau kita ingin menangkal radikalisme, terorisme dan lain sebagainya, tetapi kesenjangan itu lebar terus, itu akan berhadapan,” ujarnya.
Sementara itu, kehadiran Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta dalam dialog tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, aparat intelijen dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Sulawesi Barat.
Pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari penguatan wawasan kebangsaan, pemeliharaan toleransi, peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Melalui dialog interaktif tersebut, pemerintah dan aparat keamanan bersama-sama memperkuat komitmen untuk menjaga kebhinekaan serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, damai dan kondusif.
Sinergi lintas sektor dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat sekaligus memastikan Sulawesi Barat tetap menjadi daerah yang menjunjung persatuan, toleransi dan kedamaian.
Sumber: Humas Polda Sulbar/red
