Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Yayasan Abulyatama Yatim Village Dorong Kepedulian terhadap Anak Yatim
Hapizin menuturkan, gerakan tersebut mulai dirintis di Kabupaten Pasangkayu pada 11 Maret 2021. Saat itu, kegiatan dengan memberikan santunan ddilakukanari rumah ke rumah, khususnya kepada anak yatim.
"Awalnya kami melakukan gerakan sosial berupa santunan dari rumah ke rumah, terutama kepada anak yatim. Setelah beberapa bulan, kami mulai mengumpulkan donasi dan mencari pondok-pondok yang memiliki anak yatim untuk kami santuni," tuturnya.
Menurut Hapizin, bantuan tersebut diberikan secara rutin dalam bentuk kebutuhan pokok, seperti beras, dan berlangsung kurang lebih satu setengah tahun.
Dalam perjalanan kegiatan tersebut, pihaknya kemudian mendapat banyak masukan dari keluarga yang mengasuh anak yatim. Mereka berharap anak-anak yang diasuh dapat memperoleh pendidikan agama di pondok pesantren, namun terkendala biaya.
"Dari perjalanan santunan ke rumah-rumah, kami mendapatkan saran dari orang-orang yang menanggung anak yatim, baik nenek maupun ibu mereka. Mereka ingin sekali anak-anaknya mondok dan mendapatkan pendidikan agama, tetapi terkendala biaya," ungkapnya.
Berangkat dari kondisi tersebut, Hapizin bersama sejumlah rekannya kemudian berinisiatif membangun wadah pendidikan yang dapat memberikan pengasuhan dan pendidikan secara gratis bagi anak yatim, piatu dan anak-anak terlantar.
Ia mengatakan, amanah dan kepercayaan masyarakat menjadi dorongan moral untuk terus mengembangkan gerakan tersebut.
"Karena amanah itu sudah dibebankan kepada kami selaku Abulyatama atau bapak yatim, maka menjadi aspirasi kami bagaimana membangun sebuah pondok yang bisa mengasuh dan mendidik mereka, terutama membentuk akhlak dan memberikan pendidikan agama," katanya.
Hapizin menyadari, upaya tersebut tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan dan sinergi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, baik pemerintah, masyarakat maupun para dermawan.
"Kami tidak mampu berjalan sendiri tanpa sinergi dari orang-orang yang punya kemampuan di luar sana. Karena itu, harapan kami ke depan bisa bergandengan tangan dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait, termasuk mereka yang Allah berikan rezeki dan kemampuan, untuk bersama-sama mendukung pendidikan anak-anak ini," ujarnya.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu kunci penting dalam mempersiapkan masa depan anak-anak yatim, piatu dan terlantar. Dengan pendidikan yang baik, mereka diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berakhlak dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Dari pendidikan yang baik, insyaallah mereka mendapatkan masa depan yang baik dan layak. Mereka bisa berguna bagi masyarakat, agama, nusa dan bangsa," pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kepedulian, berbagi dan memberikan perhatian terhadap anak-anak yang membutuhkan, khususnya dalam bidang pendidikan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Abulyatama Yatim Village, Ustaz Hapizin, Ketua Pembina Yayasan A. Haspian H., serta perwakilan Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) DPW Pasangkayu, Maul yang merupakan bagian dari Divisi Pengembangan Organisasi dan Perlengkapan.
Penulis : A. Ansar Pimred Mosulbar.com


