SPPG Lariang Singgani Diberhentikan Sementara, Pengelola Diminta Perketat Pengawasan Keamanan Pangan
PASANGKAYU, Mosulbar.com - Kejadian yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lariang Singgani menjadi perhatian serius dan bahan evaluasi bagi seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Pasangkayu.
Atas kejadian tersebut, pihak pengelola menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai peringatan (warning) bagi seluruh penanggung jawab dan pengelola SPPG agar lebih meningkatkan ketelitian serta kehati-hatian dalam setiap tahapan penyediaan makanan.
Khusus di SPPG Lariang Singgani, pengelola diminta melakukan pemeriksaan secara lebih teliti terhadap setiap bahan baku yang masuk ke dapur sebelum digunakan dalam proses pengolahan.
“Dimohon untuk diingatkan kembali agar teliti dan cermat. Periksa bahan baku yang masuk di dapur, dan juga pada saat persiapan, pengolahan, pemorsian sampai pendistribusian agar lebih teliti lagi,” demikian penegasan pihak terkait.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan pada saat makanan telah selesai dimasak. Setiap tahapan harus mendapat perhatian, mulai dari penerimaan bahan baku, pencucian, pemilahan, penyimpanan, proses pengolahan, pemorsian hingga pemeriksaan makanan sebelum didistribusikan.
SPPG Lariang Singgani juga telah diberikan sanksi berupa pemberhentian operasional sementara. Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses evaluasi menyeluruh untuk memastikan standar keamanan pangan benar-benar diterapkan.
Evaluasi tersebut dinilai penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari, sekaligus memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa makanan yang disediakan melalui program pemenuhan gizi aman dan layak dikonsumsi.
Pemberhentian sementara bukan hanya menjadi momentum untuk memperbaiki pengelolaan dapur, tetapi juga memastikan seluruh prosedur kerja kembali diperiksa dan diperbaiki sebelum operasional dilanjutkan.
Dengan adanya evaluasi menyeluruh, seluruh SPPG di Kabupaten Pasangkayu diharapkan semakin meningkatkan standar kehati-hatian, kebersihan, ketelitian dan keamanan pangan dalam setiap proses penyediaan makanan.(Red)
