BREAKING NEWS

Apel Virtual Pemprov Sulbar, Junda Maulana Paparkan Capaian dan Tantangan Pembangunan Sulbar

 

MAMUJU, Mosulbar.com - Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat mengikuti apel pagi secara virtual yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Sulbar Junda Maulana, Senin (5/10/2026).


Apel diikuti Sekretaris DPRD Sulbar Arianto, Kepala Bagian Umum dan Keuangan Radi Murti, Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sahrin Salatung, Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran Pengawasan Yulhabianto, Kepala Sub bagian  Umum M. Adib, serta jajaran staf Sekretariat DPRD Sulbar.


Apel virtual tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan, koordinasi, dan komitmen aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan pemerintahan.


Dalam arahannya, Junda Maulana meminta ASN lingkup Pemprov Sulbar tidak pesimistis dalam melihat perkembangan daerah. Menurutnya, Sulbar telah mengalami sejumlah kemajuan sejak terbentuk sebagai provinsi pada 2004.


Ia menekankan tiga hal yang harus menjadi pegangan ASN, yakni mengabdi, berkarya, dan bekerja sama.


"Tujuan kita adalah mewujudkan Sulbar yang maju dan sejahtera. Maju daerahnya, sejahtera masyarakatnya," kata Junda.


Junda Paparkan Capaian dan Tantangan Sulbar


Junda mengatakan, Sulbar perlu mengejar lompatan pembangunan karena masih tergolong sebagai provinsi baru.


Ia mencontohkan perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulbar. Pada awal pembentukan provinsi, PDRB tercatat sekitar Rp4,45 juta. Kini angkanya telah mencapai Rp46,45 juta.


"Ini sesuatu yang luar biasa. Sepuluh kali lipat terjadi loncatan. Tapi apakah ini sudah cukup? Tentu belum karena target kita adalah mencapai angka Rp60 juta hingga Rp70 juta. Tapi yang pasti ada kemajuan," ujarnya.


Pada sektor kemiskinan, Junda menyebut persentasenya kini berada di kisaran 10 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan lalu 2004 hanya 20,74 persen.


Namun, ia mengakui tingkat kemiskinan Sulbar masih berada di atas angka nasional. Begitu pula dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 


Pada awal pembentukan provinsi, IPM Sulbar berada di angka 58 poin. Kini meningkat menjadi 71 poin.


"Nasional itu 75 poin. Masih jauh tertinggal," ucapnya.


Menurut Junda, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Di sisi lain, Sulbar mencatat capaian positif pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulbar disebut berada di angka 2,89 persen dan menjadi salah satu yang terendah di regional Sulawesi.


Junda mengatakan capaian tersebut juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri.


"Sulbar diberikan apresiasi dan penghargaan sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka paling rendah di regional Sulawesi," katanya.


Junda berharap capaian tersebut menjadi alasan bagi ASN dan masyarakat untuk membangun kepercayaan diri. Namun, ia mengingatkan capaian yang telah diraih tetap harus diikuti dengan peningkatan kinerja.


"Tapi memang masih perlu kita topang dengan tiga hal, yakni mengabdi, berkarya, dan bekerja sama. Itu yang penting," ujarnya.


Ia menilai ketiga hal tersebut harus berjalan bersama agar Sulbar mampu mengejar target pembangunan secara maksimal.


Sebagai pimpinan tertinggi ASN di lingkup Pemprov Sulbar, Junda mengajak seluruh aparatur memberikan kinerja terbaik dan memperkuat semangat pengabdian untuk kepentingan bangsa dan negara, khususnya dalam pembangunan Sulawesi Barat.


Sekretaris DPRD Sulawesi Barat, Arianto menegaskan komitmennya untuk terus mendukung arahan pemerintah daerah melalui peningkatan disiplin, kualitas pelayanan, serta kinerja seluruh aparatur dalam menunjang pelaksanaan tugas-tugas kedewanan dan pelayanan administrasi pemerintahan. (Rls)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar