PASANGKAYU, Mosulbar.com — Pelayanan Unit Pegadaian Kota Pasangkayu kembali menjadi sorotan publik. Seorang nasabah mengaku mendapatkan perlakuan tidak pantas dari Kepala Unit Pegadaian Kota Pasangkayu saat hendak mengambil barang emas yang telah ditebus.
Peristiwa tersebut dialami oleh seorang nasabah bernama Putri pada Jumat (6/2/2026). Saat mendatangi kantor Unit Pegadaian Kota Pasangkayu untuk mengambil emas yang sebelumnya ia gadaikan, Putri justru menerima kata-kata bernada keras yang dinilai tidak mencerminkan sikap profesional seorang pimpinan unit pelayanan publik.
Putri menuturkan bahwa Kepala Unit Pegadaian Kota Pasangkayu, Faisal, melontarkan ucapan yang membuatnya merasa direndahkan.
“Saya kira berangkat ko ke Makassar. Kau itu pembohong sekali, banyak sekali alasanmu, kau itu kayak apa ko saja,” ucap Faisal, sebagaimana ditirukan Putri.
Kejadian tersebut berawal sehari sebelumnya, Kamis (5/2/2026), ketika Putri sempat memohon kepada salah satu karyawan agar barang tebusannya dapat dikeluarkan pada hari itu. Ia beralasan harus mengantar ibu mertuanya ke Makassar. Namun rencana tersebut batal karena kendaraan yang akan ditumpangi penuh, sehingga keberangkatannya tertunda.
Keesokan harinya, Putri kembali mendatangi kantor Unit Pegadaian Kota Pasangkayu untuk mengambil barang yang telah ditebus. Namun alih-alih mendapat pelayanan yang baik, ia justru mengaku menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dari kepala unit.
Putri juga mengungkapkan bahwa keterlambatan pengeluaran barang tebusan bukan kali pertama terjadi.
“Saya sudah membayar tebusan emas yang saya gadaikan. Dari pagi saya menunggu, tapi sampai sore barang saya belum juga dikeluarkan dengan alasan sibuk dan saya disuruh datang lagi hari Senin,” ujarnya dengan nada kecewa.
Sorotan terhadap pelayanan Pegadaian Pasangkayu turut datang dari berbagai kalangan. Munawir, S.Kom, Sekretaris Umum Ikatan Pemuda Mahasiswa Pasangkayu (IPMA), menilai persoalan tersebut mencerminkan buruknya kualitas pelayanan yang sudah berulang kali dikeluhkan masyarakat.
Ia secara tegas meminta Direktur Utama PT Pegadaian, Dr. Damar Latri Setiawan, S.E., M.M., untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Unit Pegadaian Kota Pasangkayu.
“Kalau perlu, berhentikan saja kepala unit tersebut. Pegadaian sebagai BUMN seharusnya hadir untuk menyelesaikan masalah masyarakat, bukan justru menghadirkan masalah baru akibat pelayanan yang buruk,” tegas Munawir.
Menurutnya, sikap tidak profesional dari pejabat pelayanan publik dapat merusak citra Pegadaian sebagai lembaga negara yang dipercaya masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, wartawan telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Unit Pegadaian Kota Pasangkayu. Namun yang bersangkutan terkesan menghindar dan belum memberikan tanggapan resmi.
Media ini akan terus melakukan upaya konfirmasi guna mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait demi keberimbangan informasi.(**)

0Komentar