Tinjau Budidaya Lobster di BPBL Batam, Agus Ambo Djiwa Dorong Penguatan Tata Kelola BBL dan Produktivitas Perikanan
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi IV DPR RI meninjau langsung percontohan (modeling) budidaya lobster yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat sektor budidaya perikanan nasional yang berorientasi pada peningkatan produksi dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Agus Ambo Djiwa menilai budidaya lobster memiliki prospek ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Menurutnya, model budidaya yang diterapkan di BPBL Batam layak menjadi contoh untuk dikembangkan di berbagai daerah yang memiliki potensi perairan laut.
"Dengan dukungan teknologi, pendampingan kepada para pembudidaya, serta kebijakan yang tepat, kami optimistis budidaya lobster mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas perikanan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat pesisir," ujar Agus.
Mantan Bupati Pasangkayu dua periode itu menegaskan bahwa pengembangan budidaya lobster tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil produksi, tetapi juga harus mampu memperkuat daya saing sektor perikanan Indonesia di pasar nasional maupun internasional.
Selain mendorong peningkatan produktivitas, Agus juga memberikan perhatian serius terhadap tata kelola Benih Bening Lobster (BBL). Menurutnya, pengelolaan BBL harus dilakukan secara transparan, terukur, dan berpihak pada kepentingan budidaya di dalam negeri agar memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi masyarakat Indonesia.
Ia menilai masih adanya praktik penyelundupan BBL menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi karena tidak hanya mengancam kelestarian sumber daya lobster, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi negara.
"Oleh karena itu, sinergi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar pengawasan terhadap peredaran Benih Bening Lobster semakin efektif dan mampu memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha budidaya," tegasnya.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan, Agus memastikan pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pengembangan budidaya perikanan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap keberhasilan percontohan budidaya lobster di BPBL Batam dapat segera direplikasi di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki potensi budidaya laut. Dengan demikian, potensi sumber daya kelautan nasional dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kontribusi sektor perikanan budidaya terhadap perekonomian nasional.(*)

