Dari Hati untuk Tumpiling”, Arif Abbas Tawarkan 7 Misi untuk Pelayanan dan Kemajuan Desa
POLEWALI MANDAR, Mosulbar.com -Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tumpiling yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November 2026, Arif Abbas, S.Sos., calon kepala desa nomor urut 1, menawarkan visi pembangunan bertajuk “Dari Hati untuk Tumpiling, Bersama Membangun Desa dengan Inovasi dan Kolaborasi.”
Visi tersebut menitikberatkan pada ketulusan dalam mengabdi, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kolaborasi seluruh elemen desa demi mewujudkan Desa Tumpiling yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis.
Arif Abbas menegaskan bahwa menjadi kepala desa bukan sekadar menduduki jabatan, melainkan mengemban amanah untuk melayani masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, dan memperjuangkan kepentingan bersama.
“Dari hati untuk Tumpiling berarti niat saya tulus dan ikhlas mengabdi untuk tanah kelahiran kita. Saya tidak ingin menjadi pemimpin yang jauh dari rakyat. Saya ingin menjadi pelayan rakyat,” demikian pesan Arif dalam pemaparan visi dan misinya.
Selain memaparkan arah pembangunan desa, Arif juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan persaudaraan meskipun terdapat perbedaan pilihan politik dalam Pilkades.
“Setelah Pilkades ini, tidak ada lagi nomor satu, nomor dua, atau nomor tiga. Yang ada hanyalah kita, keluarga besar Desa Tumpiling,” ungkapnya.
Tujuh Misi untuk Mendorong Kemajuan Desa Tumpiling
Untuk mewujudkan visi tersebut, Arif Abbas memaparkan tujuh misi yang akan menjadi arah program kerjanya apabila memperoleh kepercayaan masyarakat dalam Pilkades mendatang.
Pertama, mewujudkan pelayanan publik yang prima.
Arif menawarkan sistem pelayanan 3T, yakni Terima, Tanggapi, dan Tuntaskan. Melalui pendekatan tersebut, ia ingin mendorong pelayanan administrasi desa yang ramah, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pemanfaatan teknologi komunikasi, termasuk WhatsApp, juga direncanakan sebagai sarana untuk mempermudah warga menyampaikan pertanyaan, kebutuhan administrasi, maupun pengaduan kepada pemerintah desa.
Kedua, menghadirkan layanan transportasi kesehatan selama 24 jam.
Arif berencana mengupayakan penyediaan mobil siaga desa untuk membantu masyarakat yang membutuhkan transportasi menuju fasilitas kesehatan, khususnya ibu yang hendak melahirkan dan warga dalam kondisi darurat.
Layanan tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan secara gratis dengan tetap memperhatikan mekanisme pelayanan, kemampuan anggaran desa, serta ketentuan yang berlaku.
Ketiga, memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama Arif mengingat perannya dalam menopang kehidupan masyarakat Desa Tumpiling.
Program yang ditawarkan mencakup perbaikan jalan tani, peningkatan kelancaran irigasi, upaya mempermudah akses petani terhadap pupuk, serta normalisasi saluran pembuang.
Normalisasi saluran pembuang dipandang penting untuk memperlancar aliran air, mengurangi risiko genangan di lahan pertanian maupun kawasan permukiman, serta menjaga produktivitas pertanian, terutama ketika musim hujan.
Pelaksanaan program tersebut nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, kewenangan pemerintah desa, koordinasi dengan instansi terkait, dan ketersediaan anggaran.
Keempat, mendorong pemberdayaan perempuan dan pemuda.
Arif ingin memperkuat peran perempuan melalui kegiatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), termasuk pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk membuka peluang ekonomi keluarga.
Sementara itu, generasi muda diharapkan memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan potensi melalui pelatihan keterampilan kerja, kegiatan kepemudaan, dan olahraga yang produktif.
Kelima, mengaktifkan kegiatan desa dan olahraga.
Penguatan semangat gotong royong menjadi salah satu bagian dari misi Arif. Kegiatan bersama dan turnamen olahraga antardusun direncanakan menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, serta menjaga kekompakan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap hubungan sosial antarwarga semakin erat dan suasana kebersamaan di Desa Tumpiling tetap terjaga.
Keenam, memperkuat kegiatan sosial dan keagamaan.
Arif juga menaruh perhatian terhadap kegiatan sosial dan kehidupan keagamaan masyarakat. Program yang ditawarkan meliputi perhatian terhadap guru mengaji, kepedulian kepada anak yatim dan janda yang membutuhkan bantuan, serta upaya menghidupkan kegiatan keagamaan dan memakmurkan masjid.
Misi ini diarahkan untuk memperkuat nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat.
Ketujuh, mewujudkan tata kelola desa yang transparan dan partisipatif.
Arif menekankan pentingnya pengelolaan Dana Desa secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia juga ingin mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Menurut arah program yang ditawarkannya, pembangunan desa harus berlandaskan persatuan dan dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat secara luas.
Berbekal Pengalaman Sekitar 15 Tahun di Pemerintahan Desa
Arif Abbas, S.Sos., disebut memiliki pengalaman sekitar 15 tahun di lingkungan Pemerintah Desa Tumpiling. Selama masa pengabdiannya, ia bertugas sebagai staf desa pada bagian Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra).
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang diharapkan dapat mendukung pemahamannya terhadap kebutuhan masyarakat, pelayanan administrasi, serta pelaksanaan program pemerintahan dan pembangunan desa.
Dengan pengalaman tersebut, Arif menawarkan pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan pelayanan, kedekatan dengan masyarakat, dan pemahaman terhadap persoalan yang dihadapi warga.
Adapun persyaratan administrasi dan ketentuan pencalonannya tetap mengacu pada dokumen resmi serta peraturan Pilkades yang berlaku.
Dukungan terhadap Arif Abbas juga disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Tumpiling, Sahrul. Ia menilai pengalaman Arif selama bertugas di pemerintahan desa menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan masyarakat dalam menentukan pilihan.
Menurut Sahrul, Arif selama ini telah memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengharapkan imbalan.
“Selama ini, ia sudah banyak memberikan bantuan pelayanan kepada masyarakat Tumpiling tanpa pamrih. Oleh karena itu, mari kita bahu-membahu menjaga kekompakan dan bersama-sama mendukung calon nomor urut satu,” ungkap Sahrul kepada media.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Sahrul terhadap sosok Arif Abbas. Dalam pelaksanaan Pilkades, setiap warga tetap memiliki hak untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani, tanpa tekanan, serta berdasarkan pertimbangan masing-masing.
Pilkades Tumpiling yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang dinilai mampu menjalankan pemerintahan secara bertanggung jawab, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mendorong pembangunan sesuai kebutuhan warga.
Melalui visi “Dari Hati untuk Tumpiling, Bersama Membangun Desa dengan Inovasi dan Kolaborasi,” Arif Abbas, S.Sos., menawarkan sejumlah program yang mencakup pelayanan publik, layanan transportasi kesehatan, penguatan sektor pertanian, normalisasi saluran pembuang, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kegiatan sosial-keagamaan, serta transparansi pengelolaan Dana Desa.
Realisasi seluruh program tersebut nantinya akan bergantung pada hasil Pilkades, ketentuan yang berlaku, kemampuan keuangan desa, dan partisipasi masyarakat dalam mengawal pelaksanaan pembangunan.
Di tengah proses demokrasi tingkat desa, semangat persatuan dan kebersamaan diharapkan tetap menjadi landasan utama bagi seluruh masyarakat Tumpiling. Perbedaan pilihan hendaknya tidak memutus tali silaturahmi, melainkan menjadi bagian dari proses demokrasi untuk menentukan arah masa depan desa.
Penulis: Kabiro Polman Usman Padong
