PASANGKAYU, Mosulbar.com - Anggota Komisi IV DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Barat, Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa, M.P., menegaskan pentingnya penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran dan mudah diakses oleh petani kecil. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Sosialisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Aula Kantor Camat Pasangkayu, Rabu (22/10/2025).

Kegiatan ini digelar untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, DPR, dan pihak terkait dalam memastikan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani di lapangan.

Hadir dalam acara tersebut General Manager PT Pupuk Indonesia Regional IV Wisnu Ramadani, Manager Pupuk Sulsel II Muh. Hidayat Syam, serta Manager Pupuk Sulbar, didampingi Asisten II Setda Pasangkayu Suhardi yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Pertanian, unsur TNI-Polri, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan Lurah Pasangkayu.

Dalam sambutannya, Lurah Pasangkayu menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian dan konsistensi Agus Ambo Djiwa dalam memperjuangkan nasib petani melalui berbagai kebijakan di tingkat nasional.

Agus mengungkapkan, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran subsidi pupuk sebesar Rp46,8 triliun untuk tahun 2025, yang diperuntukkan bagi 9,55 juta ton pupuk berbagai jenis, termasuk urea, NPK, dan pupuk organik.

“Subsidi ini diharapkan benar-benar dirasakan oleh petani kecil. Komisi IV DPR RI akan terus mengawal agar kebijakan ini berjalan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” ujar Agus Ambo Djiwa.

Mantan Bupati Pasangkayu dua periode itu juga mendorong para petani untuk aktif melaporkan jika menemukan kendala dalam proses penyaluran pupuk di lapangan.

“Jangan segan menyampaikan keluhan. Setiap persoalan harus segera dicari solusinya. Pemerintah dan DPR siap hadir memberikan jalan keluar,” tegasnya.

Sementara itu, Wisnu Ramadani, General Manager PT Pupuk Indonesia Regional IV, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperluas sosialisasi hingga ke tingkat Pupuk Pusat Distribusi dan Titik Serah (PPTS) agar petani mendapat pemahaman yang utuh tentang mekanisme penyaluran.

Wisnu mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Pasangkayu telah mencapai 60 persen dari total alokasi lebih dari seribu ton pupuk untuk tahun ini.

“Kami berharap para petani memanfaatkan pupuk bersubsidi dengan tepat dan tidak menunda pengurusan kebutuhan menjelang musim tanam ketiga. Koordinasi antara kelompok tani dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat,” tutupnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Pasangkayu.(*/red)