PASANGKAYU SULBAR, Mosulbar.com — Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa, M.P., menegaskan pentingnya memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran, mudah diakses, dan benar-benar diterima oleh petani yang berhak. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Implementasi Pendistribusian Pupuk Bersubsidi, yang digelar di Aula Kantor Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pasangkayu ini turut dihadiri berbagai pihak, mulai dari aparat TNI-Polri, pemerintah kecamatan, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani. Hadir pula General Manager PT Pupuk Indonesia Regional IV, Wisnu Ramadani, serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pasangkayu, Rian Ramadan, bersama sejumlah anggota DPRD lainnya.

Dalam arahannya, Agus Ambo Djiwa menekankan bahwa pemerintah telah menetapkan 10 komoditas pertanian penerima pupuk bersubsidi, yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, kopi, dan ubi kayu. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci utama agar program subsidi ini benar-benar dirasakan petani yang membutuhkan.

“Kita ingin sistem distribusi pupuk lebih sederhana dan cepat, langsung dari distributor ke petani tanpa hambatan birokrasi. Petani tidak boleh lagi kesulitan mendapatkan pupuk, karena pupuk adalah kebutuhan dasar dalam meningkatkan hasil panen,” tegas mantan Bupati Pasangkayu dua periode ini.

Agus juga menyebutkan, kegiatan sosialisasi seperti ini penting sebagai ruang untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi petani. Hal tersebut menjadi dasar dalam memperjuangkan kebijakan pertanian di tingkat nasional.

“Pasangkayu memiliki potensi besar di sektor pertanian. Kita harus terus memperkuat dukungan terhadap petani agar mereka bisa mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Wisnu Ramadani selaku General Manager PT Pupuk Indonesia Regional IV menegaskan, pemerintah tahun ini menyalurkan 9,5 juta ton pupuk bersubsidi senilai Rp44 triliun secara nasional. Ia memastikan stok pupuk di wilayah Sulawesi Barat dalam kondisi aman dan siap disalurkan sesuai kebutuhan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan pupuk. Stok aman, dan kami berharap petani lebih aktif memanfaatkan program ini,” kata Wisnu.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari tersebut diakhiri dengan sesi dialog interaktif antara perwakilan petani dan pihak penyelenggara. Para peserta menyampaikan apresiasi kepada Agus Ambo Djiwa yang dinilai konsisten memperjuangkan kepentingan petani, mulai dari kebutuhan pupuk hingga penyediaan alat dan mesin pertanian.(*/red)