MAMUJU TENGAH, Mosulbar.com -Kekecewaan mendalam kembali disuarakan keluarga korban dan masyrakat, Kabupaten Mamuju Tengah. Penanganan kasus pemukulan di Desa Suka Maju, Kecamatan Karossa, dinilai mencerminkan buruknya kinerja penegakan hukum Polres Mamuju Tengah. Sudah lebih dari 20 hari sejak kejadian, namun pelaku yang telah di jemput langsung oleh polres belum juga ditahan.

 

Peristiwa pemukulan terjadi pada Jumat, 14 November 2025, menimpa seorang warga bernama AMIR Ia dipukul menggunakan botol oleh terduga pelaku bernama Ali, hingga mengalami luka dan terjatuh. Dalam kondisi terluka, korban tetap berusaha menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

 

Setelah itu, Amir melaporkan kejadian ke Polsek Karossa. Tim Polsek menjemput pelaku dan polres Mateng menjemput palaku pemukulan.

 

Namun, penanganan yang diharapkan berjalan cepat justru membuat masyarakat terkejut sekaligus geram.

 

Pelaku yang sudah diserahkan justru dilepaskan, dan hingga kini bebas berkeliaran tanpa ada kejelasan. Hal ini menjadi tamparan bagi pimpinan tertinggi polri merasa hukum polres Mateng lemah dan bertindak tidak tegas dan mengabaikan prinsip keadilan.

 

Masyarakat menilai bahwa kelalaian penanganan kasus ini merupakan peringatan keras bagi jajaran pimpinan tertinggi kepolisian, mulai dari Kapolri hingga Kapolda Sulawesi Barat, agar segera mengevaluasi kinerja Polres Mateng.

 

Dalam Undang-Undang, penetapan status tersangka dapat dilakukan apabila telah terpenuhi minimal dua alat bukti. Masyarakat menilai kasus pemukulan ini termasuk tindak pidana yang tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut hingga puluhan hari.

 

Mereka menegaskan bahwa "hukum tidak boleh mandul ketika korbannya rakyat kecil."

 

Tuntutan Masyarakat: Tegas, Transparan, dan Profesional

 

Warga dan keluarga korban meminta:

 

Kapolda Sulbar pantau dan turun langsung ke polres Mateng dan semua polres wilayah tengtang pelayanan ke masyarakat.

 

Polda sulbar harus memastikan profesionalisme Polres Mateng sesuai dengan amanat UU.

 

Tidak ada lagi praktik yang menimbulkan kesan tebang pilih.

 

Hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, karena semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

 

Masyarakat juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sangat ditentukan oleh bagaimana kasus-kasus seperti ini ditangani: cepat, tegas, dan transparan.

 

Kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi Polres Mamuju Tengah untuk membenahi kinerja, memperkuat integritas, serta menghadirkan penegakan hukum yang benar-benar berpihak pada keadilan masyarakat.(*)