JAKARTA, Mosulbar.com – Tidak banyak tokoh yang mampu berdiri tegap di dua ruang berbeda: dunia bisnis strategis yang penuh tekanan dan arena advokasi masyarakat yang keras dan sarat risiko. Namun, Mua Ifa Yuliana adalah pengecualian. Sosok pengusaha yang dikenal tangguh ini menunjukkan bahwa integritas dan kekuasaan bukanlah dua hal yang harus saling bertentangan.

Berbekal rekam jejak 20 tahun perjalanan dari titik nol, Ifa memulai karier sebagai kontraktor kecil hingga akhirnya menembus jajaran elite pengusaha tambang batu bara. Kini, sebagai Bendahara Bravo 5 IKN, kiprahnya semakin meluas ke sektor emas, nikel, hingga shipping (perkapalan) yang saat ini telah dikelola oleh putri pertamanya.

Di tengah kesibukan mengelola bisnis multinasional, Ifa tetap memegang teguh idealismenya dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat. Melalui LSM Gerak Jalan Lurus, ia berada di garis depan dalam perlawanan terhadap mafia tanah, sebuah isu yang selama ini menjadi luka panjang di banyak daerah.
Menggebuk mafia tanah adalah keharusan moral,” tegasnya dalam beberapa kesempatan.


Karier Ifa di sektor usaha dimulai dari dunia konstruksi dan tambang batu bara—dua sektor yang menuntut ketahanan mental, fisik, dan kecerdasan strategi. Ia pernah melakukan pivot ke industri nikel sebelum akhirnya mengambil jeda (vakum) untuk melakukan kontemplasi dan perencanaan ulang bisnisnya.

Jeda itu berbuah manis. Kini Ifa muncul sebagai pemain utama dengan portofolio kuat dan terdiversifikasi di bidang:

  • Pertambangan Nikel
  • Pertambangan Emas
  • Real Estate
  • Shipping & Perdagangan (dikelola oleh putri pertama)

Langkahnya menunjukkan ketajaman membaca peluang dan fleksibilitas dalam menghadapi dinamika industri.


Tak hanya di dunia bisnis dan advokasi hukum, Ifa juga memberikan perhatian besar pada pemberdayaan perempuan. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pemberdayaan Perempuan Laskar Merah Putih (LMP), sebuah posisi strategis yang menegaskan bahwa kepemimpinannya bersifat inklusif dan humanis.

Bagi Ifa, membangun bangsa tak cukup hanya lewat industri, melainkan juga lewat penguatan sumber daya manusia, terutama perempuan sebagai pilar sosial.


Kisah perjalanan Ifa adalah cerminan nyata dari prinsip “berjuang dari nol”. Dari seorang kontraktor lapangan, kini ia menjelma menjadi pengusaha multi-sektor yang turut berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional dan penegakan hukum.

Di tengah tantangan dunia tambang, real estate, dan gerakan anti-mafia tanah, Ifa membuktikan bahwa ketegasan dan integritas dapat berjalan beriringan.

Reporter: Red
Editor: Egha/Ans
Senin, 8 Desember 2025