Masyarakat Desa Doda Gelar Aksi, Tuntut Penyelesaian Persoalan Lahan di Afdeling Bonemanjeng
PASANGKAYU, Mosulbar.com – Sejumlah warga Desa Doda menggelar aksi damai di kawasan Afdeling Bonemanjeng yang dikelola oleh PT. Unggul Teknologi Widya Lestari, pada Kamis, 18 Juni 2026. Aksi ini digelar sebagai bentuk aspirasi terkait sengketa lahan yang telah berlangsung selama 34 tahun hingga tahun ini.
Dalam tuntutannya, masyarakat meminta agar perusahaan terkait dan Pemerintah Daerah Pasangkayu segera memfasilitasi proses mediasi guna menemukan titik terang atas status lahan yang selama ini dikelola oleh perusahaan. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah permintaan pengembalian lahan yang dianggap sebagai hak milik serta lahan yang digunakan untuk keperluan ibadah warga.
"Kami hanya meminta keadilan. Kami berharap pemerintah dapat membuka ruang dialog dan memberikan penjelasan yang jelas terkait status lahan yang kami miliki ini," ujar Herman Kordinator Aksi saat dikonfirmasi awak media.
Turut mendampingi jalannya aksi, Bapak Fikar yang akrab disapa Om Tani mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melanggar peraturan hukum yang berlaku.
"Saya berharap rekan-rekan sekalian dapat tetap tenang dan teguh pada pendirian. Semoga aspirasi yang disampaikan hari ini mendapatkan tanggapan yang baik, baik dari Pemerintah Daerah maupun dari pihak perusahaan," pesannya.
Dari sisi keamanan, petugas gabungan dari Polres Pasangkayu, khususnya jajaran Polsek Baras dan Polsek Sarudu, turun ke lokasi untuk mengawasi jalannya aksi. Kehadiran petugas dipimpin langsung oleh Kapolsek Sarudu, Iptu Sofyan.
Iptu Sofyan menyatakan bahwa pihaknya mengizinkan penyampaian aspirasi selama tetap berlangsung secara damai dan tidak menimbulkan tindakan anarkis.
"Kami berharap aksi hari ini tetap membawa kedamaian serta situasi tetap aman dan kondusif. Kami juga berharap pihak perusahaan dapat segera memberikan tanggapan yang jelas terkait tuntutan yang disampaikan oleh masyarakat Desa Doda," harapnya.
Selama beberapa jam berlangsungnya aksi, warga sempat memasang palang di jalan yang dianggap sebagai wilayah hak mereka, sambil menunggu tanggapan resmi dari pihak yang terkait.(red)


