Syukuran Adat Powati Suku Da'a di Duria Sulapa Berlangsung Khidmat, Perkuat Pelestarian Budaya dan Kebersamaan
Tradisi adat yang diwariskan secara turun-temurun tersebut tidak hanya menjadi bentuk ungkapan syukur masyarakat, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, melestarikan nilai-nilai budaya lokal, serta memperkuat sinergi antara masyarakat adat, pemerintah, dan aparat keamanan.
Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Kapolsek Bambalamotu AKP Yauri Yusuf, S.H., menegaskan bahwa Polri memberikan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan masyarakat yang bertujuan menjaga persatuan, melestarikan adat istiadat, serta memperkuat hubungan harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
"Kegiatan budaya seperti ini merupakan bagian dari kekayaan daerah yang perlu dijaga bersama. Kehadiran Polri adalah untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif," ujarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa, M.P., Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Fraksi PDI Perjuangan Putu Swadana, Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu Fraksi PDI Perjuangan Andreas dan Rian Ramadhan, Kapolsek Bambalamotu AKP Yauri Yusuf, S.H., Babinsa Desa Kalola Sertu Saeri, Kepala Adat Suku Da'a Duria Sulapa Thomas, Kepala Dusun Duria Sulapa Charles, Kepala Dusun Purnama Baru Barton, serta sekitar 50 warga masyarakat adat Duria Sulapa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Anggota DPR RI melalui tarian adat Dero yang melibatkan para tamu undangan dan masyarakat. Suasana penuh keakraban kemudian berlanjut dengan sambutan, dialog bersama masyarakat, makan bersama, hingga sesi foto bersama sebagai penutup kegiatan.
Dalam sambutannya, Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa, M.P. menyampaikan apresiasi kepada masyarakat adat Suku Da'a atas undangan dan sambutan hangat yang diberikan. Ia menilai pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dalam menjaga identitas bangsa sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Selain menjelaskan sejumlah program dan kebijakan pemerintah, Agus Ambo Djiwa juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem dan potensi kemarau panjang yang dapat berdampak pada sektor pertanian.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah kebakaran hutan dan lahan. Di samping itu, masyarakat diajak terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta mempertahankan adat istiadat sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyoroti perkembangan teknologi informasi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara positif, namun juga berpotensi disalahgunakan untuk membuat informasi palsu atau hoaks yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan selalu memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.
Pada sesi dialog, masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Kepala Dusun Duria Sulapa mengusulkan pembukaan serta peningkatan jalan usaha tani guna memperlancar akses petani menuju lahan pertanian yang selama ini terkendala kondisi jalan yang rusak.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani berharap pemerintah dapat meningkatkan kualitas bantuan bibit pertanian, khususnya bibit jagung, serta mempermudah akses penyalurannya agar hasil produksi pertanian masyarakat dapat lebih optimal.
Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Bambalamotu melaksanakan pengamanan secara terbuka dan tertutup guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.30 WITA dalam suasana yang tetap kondusif. Keberhasilan pelaksanaan Syukuran Pesta Adat Powati menjadi bukti kuatnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus menciptakan kehidupan yang aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Pasangkayu.
Sumber: Humas Polres Pasangkayu/red
